Saturday, August 22, 2009

iseng-iseng nulis-nulis aja

Ngejoomla dari kamar dan ngutak ngutik templatenya makin lama tambah asik juga... Pertamanya sih bingung gmana caranya bisa bikin situs sendiri dari program yang udah gw instal di komputer. gw kenal joomla dari temen gw yang memang bisa dibilang expert dan udah dalem banget soal joomla, jadi ada sedikit masukan dan tempat bertanya biar kaga sesat dijalan.

Hal yang gw dapet dari dia adalah gmana cara menginstal trus sampe bisa tampil bentuk website joomla dari template asli bawaanya. Nah untuk gmana cara ngisinya trus untuk mengganti tampilannya ya dia minta gw untuk belajar sendiri dan nyari sendiri.

Dengan bekal dari dia itulah gw lama-lama jadi seneng bener ngutak-ngutik joomla di kompi gw, seneng punya game baru yang bisa oleh dan dibentuk semau kita. Hasilnya lumayan juga dan akhirnya gw bisa mengenal joomla walau sampe sekarang masih sering utak-utik. Punya juga sih tekad untuk terus belajar sampe ngelotok, tapi ternyata semakin lama semakin banyak juga hal-hal yang baru yang harus dipahami sendiri. Jadi kpengen punya situs buataan sendiri dari joomla... lanjutin ah ngutak-ngutiknya...


Sunday, August 16, 2009

Coretan dari dinding kamar

Berdirinya orang-orang dibarisan terdepan dalam suatu lingkungan adalah sebuah anugerah bagi siapa pun yang mengalaminya. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang dapat memberikan ide-ide cemerlang dan juga dianggap mampu untuk melakukan suatu konsep yang dapat memberikan angin segar kepada siapa saja yang ada disekitarnya dan mampu memecahkan masalah dengan keputusan-keputusan yang masuk akal.

Keberadaan orang yang dianggap bijaksana tersebut memiliki posisi terdepan dalam barisan dan tentunya mereka sebagai pengagum berada dibarisan setelahnya. seiring berjalanya waktu maka terbentuklah sebuah komunitas yang memiliki pemimpin yang bijaksana itu.

Seorang yang bijaksana dalam sebuah komunitas sudah tidak lagi milik mereka yang tidak berdomisili dibawah payung tempat mereka bernaung. Dia telah milik komunitas tersebut yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Disanalah biasanya awal dari hilangnya nilai bijaksana seseorang, dan ini sering terjadi dimana saja. Keputusan atau saran-saran yang diberika olehnya untuk para pengikutnya dalam pemecahan suatu masalah yang berhubungan dengan orang diluar komunitasnya tidak lagi mencari jalan untuk membuahkan hasil yang seimbang. Tidak lagi pandangan yang objektif yang dimilikinya, namun lebih berat keputusan itu diberikan lebih kepada kelompoknya.

Tidak lagi memiliki sikap untuk mengurai kembali latar belakang yang menjadi akar dari semua itu. Keputusan hanya untuk menyenangkan dan mendapatkan senyum dari orang-orang yang ada dikelompoknya. Dia tetap bijaksana namun tidak lagi arif...

Tuesday, August 11, 2009

Tetap Tersenyum (gak bisa nangis sih...)

Ehemmm...
aku tertidur dalam gelap dan mimpi-mimpi panjang yang selalu menghantui pikiran dan persaanku selama ini. Sesekali aku terbangun dari tidur itu karena suara-suara gaduh itu terdengar keras dan menggangu tidurku, namun suasana gelap masih menyelimuti sekitarku.
Suatu ketika aku terbangun dari tidur panjangku karena seberkas sinar putih datang dan menyilaukan mataku dan aku pun terbangun dan aku dapat melihat sekeliling ku yang biasanya gelap menjadi begitu terang dan terlihat dengan jelas. Aku pun tertolong oleh datangnya cahaya itu.
Aku mulai menyusuri lorong jalan hidupku perlahan demi perlahan yang tentunya berkat bantuan cahaya yang menjadi penerang jalan hidupku. Aku mulai berani untuk menggerakan kakiku selangkah demi selangkah kedepan dan mulai menata apa yang bisa aku tata, baik itu untuk diriku sendiri dan juga sekitarku.
Aku mulai menyadari bahwa hidup dalam suasana terang itu sangatlah berarti dan begitu nyaman. Aku terus bersyukur dan terus berterima kasih kepada pemberi cahaya itu dan aku pun berjanji akan terus menjaga cahaya itu agar terus menerangi jalan hidupku sampai masa yang panjang.
Akan tetapi ketika aku sangat membutuhkan dan ingin kuraih cayaha itu untuk selamanya, cahaya penerang itu pergi meninggalkan ku dalam gelap. AKu dalam kesendirian yang tidak ada tempat atau jalan untuk melangkah... semua gelap dan tidak lagi terlihat seperti sebelumnya... Aku terhenti ditengah perjalanan hidupku karena tidak ada lagi penerang jalan ini... Haruskah aku kembali tidur dan melanjutkan mimpi panjangku..... kini aku menunggu cahaya lain datang untuk menuntunku keluar dari lorong yang gelap ini..... Semoga cahaya itu datang lagi menghampiri dan membangunkan ku untuk menjalani kehidup ini

Mencari Harapan

Setapak demi setapak terus ku telusuri jalan hidup ini demi mencapai tujuan hidup yang berarti dan lebih berwarna. Banyak hal yang harus ku lakukan dalam mencapai tujuan tersebut, dan banyak pula hambatan dalam perjalan tersebut. Aku berusaha agar itu semua tidaklah menjadi halangan yang dapat menghalangi ku dalam perjalanan hidup ini.
Aku sadar bahwa hidup ini tidaklah mudah, sekedar untuk bertahan hidup saja sulit, apalagi harus berbaris sejajar dengan orang-orang yang ada disekelilingku pastilah amat sulit. Namun itu semua harus diperjuangkan dan pasti butuh pengorbanan untuk mencapainya.
Aku sangat memahami diriku yang banyak sekali kekurangannya. Jadi untuk mencapai garis dan berbaris sejajar dengan mereka aku harus memiliki tekad yang kuat dan modal keberanian untuk tetap berusaha. Aku harus memulai semua langkah yang harus ku lakukan dengan bermodalkan apa yang aku miliki dan semua kemampuan yang ada dalam diri ini.
Untuk itu semua aku bertekad dan mulai sekarang aku berikrar dalam diriku bahwa aku harus terus berusaha untuk mencapai apa yang aku tuju dan untuk meraih apa yang aku cari. Semoga ini menjadi motivasi dalam diri demi masa yang akan aku lalui nanti.