Berdirinya orang-orang dibarisan terdepan dalam suatu lingkungan adalah sebuah anugerah bagi siapa pun yang mengalaminya. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang dapat memberikan ide-ide cemerlang dan juga dianggap mampu untuk melakukan suatu konsep yang dapat memberikan angin segar kepada siapa saja yang ada disekitarnya dan mampu memecahkan masalah dengan keputusan-keputusan yang masuk akal.
Keberadaan orang yang dianggap bijaksana tersebut memiliki posisi terdepan dalam barisan dan tentunya mereka sebagai pengagum berada dibarisan setelahnya. seiring berjalanya waktu maka terbentuklah sebuah komunitas yang memiliki pemimpin yang bijaksana itu.
Seorang yang bijaksana dalam sebuah komunitas sudah tidak lagi milik mereka yang tidak berdomisili dibawah payung tempat mereka bernaung. Dia telah milik komunitas tersebut yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Disanalah biasanya awal dari hilangnya nilai bijaksana seseorang, dan ini sering terjadi dimana saja. Keputusan atau saran-saran yang diberika olehnya untuk para pengikutnya dalam pemecahan suatu masalah yang berhubungan dengan orang diluar komunitasnya tidak lagi mencari jalan untuk membuahkan hasil yang seimbang. Tidak lagi pandangan yang objektif yang dimilikinya, namun lebih berat keputusan itu diberikan lebih kepada kelompoknya.
Tidak lagi memiliki sikap untuk mengurai kembali latar belakang yang menjadi akar dari semua itu. Keputusan hanya untuk menyenangkan dan mendapatkan senyum dari orang-orang yang ada dikelompoknya. Dia tetap bijaksana namun tidak lagi arif...
Keberadaan orang yang dianggap bijaksana tersebut memiliki posisi terdepan dalam barisan dan tentunya mereka sebagai pengagum berada dibarisan setelahnya. seiring berjalanya waktu maka terbentuklah sebuah komunitas yang memiliki pemimpin yang bijaksana itu.
Seorang yang bijaksana dalam sebuah komunitas sudah tidak lagi milik mereka yang tidak berdomisili dibawah payung tempat mereka bernaung. Dia telah milik komunitas tersebut yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Disanalah biasanya awal dari hilangnya nilai bijaksana seseorang, dan ini sering terjadi dimana saja. Keputusan atau saran-saran yang diberika olehnya untuk para pengikutnya dalam pemecahan suatu masalah yang berhubungan dengan orang diluar komunitasnya tidak lagi mencari jalan untuk membuahkan hasil yang seimbang. Tidak lagi pandangan yang objektif yang dimilikinya, namun lebih berat keputusan itu diberikan lebih kepada kelompoknya.
Tidak lagi memiliki sikap untuk mengurai kembali latar belakang yang menjadi akar dari semua itu. Keputusan hanya untuk menyenangkan dan mendapatkan senyum dari orang-orang yang ada dikelompoknya. Dia tetap bijaksana namun tidak lagi arif...


0 komentar:
Post a Comment