Sunday, April 6, 2008

Televisi Media Periklanan

Media Televisi Sebagai Media Periklanan

Iklan televisi mampu menyuguhkan tontonan yang atraktif, fantastis, dan represif. Pemirsa seakan "tak berdaya" membendung laju gerakannya dan seakan rela "dipermainkan" oleh rekayasa audio visualnya. Karenanya bagi mereka yang mudah tergoda akan menjadi "mangsa" dan masuk dalam perangkapnya. Ia juga telah menjadi komoditas baru yang mampu menyulap bahkan telah menjelma menjadi kekuatan baru yang mampu menyulap khalayak untuk secara sukarela melakukan apa yang diinginkan. Aneka demonstrasi produk yang dipertontonkan benar-benar menjadi sindrom gaya hidup masyarakat. Berbagai warna kehidupan ditawarkan oleh "tipuan" atau "trik" gambar yang tersaji yang tanpa disadari telah menggiring pemirsa kepada hidup baru sebagai ekses adaptasi terpaan iklan yang telah disaksikan di media televisi.
Bungin (2001: 39) menyatakan bahwa iklan televisi adalah media pemilik produk yang diciptakan oleh biro iklan, kemudian disiarkan televisi dengan berbagai tujuan, diantaranya sebagai informasi produk dan mendorong penjualan. Oleh karena itu iklan televisi harus memiliki segmen berdasarkan pilihan segmen produk, untuk memilih strategi media, agar iklan itu sampai kepada sasaran. Dalam produksi iklan televisi, diperlukan beberapa strategi, misalnya membuat iklan televisi yang terkesan eksklusif namun hanya memerlukan biaya produksi yang rendah dan atau membuat iklan tersebut untuk sedapat mungkin mengkomunikasikan seluruh informasi tentang produk yang ditawarkan menjadi lebih menarik.


Kekuatan Media Televisi

Beberapa kelebihan media televisi ialah: pertama, efisiensi biaya. Televisi mempunyai kemampuan menjangkau khalayak sasaran yang sangat luas, baik yang dapat dijangkau oleh media lainnya, maupun yang tidak dapat dijangkau oleh media lain. Jangkauan masalan ini menimbulkan efisiensi biaya untuk jangkauan setiap kepala, karena jutaan orang dapat menonton televisi secara teratur; kedua, dampak yang kuat. Karena sifatnya yang audio visual, khalayak sasaran dapat melihat gerakan, kecantikan, warna, dan mendengar suara dari bentuk iklan yang ada, baik yang bersifat drama atau humor; ketiga, pengaruh yang kuat. Televisi mempuanyai pengaruh yang kuat pada masyarakat banyak yang meluangkan waktunya di muka televisi dan menjadikannya sebagai pusat informasi, hiburan, dan sarana pendidikan. Dan calon pembeli, lebih percaya pada perusahaan yang mengiklankan produknya ditelevisi dibandingkan yang tidak sama sekali.


Kekurangan Media Televisi

Adapun kekurangannya meliputi beberapa hal, antara lain: pertama, biaya yang besar. Biaya absolut yang sangat ekstrem --meliputi biaya pembuatan film, honorium artis yang terlibat, dan biaya penyiaran yang diulang-ulang pada jam siaran utama-- dapat membatasi niat pengiklan untuk memproduksi dan menyiarkan siaran komersial, sekalipun biaya untuk menjangkau setiap kepala rendah; kedua, khalayak yang tidak selektif. Tidak seperti majalah dan surat kabar yang lebih selektif dalam mencari khalayak sasaran, televisi menjadikan setiap individu sebagai sasaran; ketiga, kesulitan teknis. Iklan yang telah dibuat tidak dengan mudah dapat diubah; keempat, data produk tidak lengkap. Berbeda dengan media cetak, televisi tidak dapat memberikan cetak data lengkap mengenai suatu produk atau perusahaan pembuatnya.